Salah satu tujuan pendidikan nasional antara lain mewujudkan learning society dimana setiap anggota masyarakat berhak mendapatkan pendidikan (education for all) dan menjadi pembelajar seumur hidup (long life education). Empat pilar pendidikan dari UNESCO yang diimpelementasikan dalam pembelajaran matematika terlihat dalam pembelajaran dan penilaian yaitu learning to know (fakta, skills, konsep, dan prinsip), learning to do (doing mathematics), learning to be (enjoy mathematics), dan learning to live together (cooperative learning in mathematics).
Salah satu model pembelajaran yang dapat mengakomodasi kepentingan untuk mengkolaborasikan pengembangan diri di dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Ide penting dalam pembelajaran kooperatif adalah membelajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Tujuan penting dari pembelajaran kooperatif, meliputi: hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu, dan pengembangan keterampilan sosial. Dalam pengajaran kooperatif diperlukan tugas perencanaan dan keputusan yang dibutuhkan oleh guru, misalnya : memilih pendekatan yang tepat, memilih materi yang sesuai, pembentukan kelompok siswa, menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa , mengenalkan siswa kepada tugas dan perannya dalam kelompok, merencanakan waktu dan tempat duduk yang akan digunakan.
Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, yang dikembangkan oleh Robert Slavin di Universitas John Hopkin. Model pembelajaran tipe ini merupakan sebuah pembelajaran yang dapat memberikan pemahaman konsep materi cukup sulit menjadi lebih mudah melalui lembar kerja atau perangkat pembelajaran lain yang telah dipersiapkan oleh guru untuk dibahas secara bersama dalam kelompok. Model pembelajaran kooperatif STAD telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang penelitian seperti pada pelajaran Matematika, seni bahasa, ilmu-ilmu sosial dan sains.
Karakteristik dari model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah adalah adanya kerjasama anggota kelompok dan kompetisi antar kelompok. Siswa bekerja dalam kelompok untuk belajar dari temannya serta mengajar temannya (tukar pendapat).
Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe STAD antara lain:
a. siswa lebih mampu mendengar, menghormati serta menerima orang lain,
b. siswa mampu mengidentifikasi akan perasaanya dan perasaan orang lain, c. siswa dapat menerima pengalaman dan mengerti orang lain,
d. siswa mampu meyakinkan dirinya untuk orang lain dengan membantu orang lain dan meyakinkan dirinya untuk saling memahami dan mengerti,
e. mampu mengembangkan potensi individu yang berhasil dan berdaya guna, kreatif dan bertanggung jawab, mampu mengaktualisasikan dan mengoptimalkan dirinya terhadap perubahan yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
BPPK. 2007. Kajian Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran Matematika. Jakarta:Depdiknas.
Pujiati, Irma. 2008. Jurnal Ilmiah Kependidikan.Porwekerto: Khazanah Pendidikan.
Widyantini. 2006. Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Kooperatif. Yogyakarta: PPPG Matematika Yogyakarta,
Widyantini. 2006. Penerapan Pendekatan Kooperatif STAD dalam Pembelajaran Matematika SMP. Yogyakarta: PPPG Matematika











